01-09-2025
WIB
Admin
01-09-2025
KONDISI GEOGRAFIS Kelurahan Kepatihan Wetan merupakan salah satu kelurahan di wilayah Kecamatan Jebres, berada pada ketinggian antara 80 – 100 m di atas permukaan laut, dengan luas wilayah adalah 22,5 Ha , dan dengan batas wilayah sebagai berikut :Utara : Berbatasan dengan Kelurahan TegalharjoSelatan : Berbatasan dengan Kelurahan KampungbaruBarat : Berbatasan dengan Kelurahan Kepatihan KulonTimur : Berbatasan dengan Kelurahan Purwodingkratan dan Kelurahan Sudiroprajan KONDISI DEMOGRAFISLuas Wilayah : 22,5 HaJumlah Penduduk : 3.099 JiwaJumlah KK : 680 KKJumlah RT : 18 RTJumlah RW : 2 RWSEJARAH KELURAHAN KEPATIHAN WETANPerjalanan sejarah Kepatihan Wetan diawali dari Kantor Kelurahan Kepatihan Wetan, dahulu kantor ini berlokasi dilapangan semacam alun-alun, Kepatihan merupakan pusat pemerintahan dari sebuah keraton. didalamnya terdapat seorang patih yang bernama Raden Adipati Sosrodiningrat IV. Ndalem Kepatihan ini memiliki alun alun kecil dengan 2 (dua) buah gerbang baja seperti pintu penyambutan menuju gerbang utama. Tembok tinggi dan tebal tersebut mengitari dan melindungi bangunan bangunan yang ada di ndalem kepatihan dan dibalik benteng itu pernah berdiri megah dengan taman dan kolam berhiaskan patung buatan eropa, disana kita bisa mengakses beberapa bangunan lainnya seperti perkantoran patih, tempat tinggal patih dan abdi dalem keraton.Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat tercatat sebagai patih pada tahun 1801 – 1893 yang dianggap sebagai pendiri museum kepatihan. Disamping itu RA Sosrodiningrat juga membeli tanah di ndalem Woeryoningrat yang kelak menjadi museum batik Danar Hadi.Salah satu yang mencuat adalah Gerakan antiswapraja yang dipimpin oleh TAN MALAKA, pimpinan PKI karena TAN MALAKA tidak menghendaki bentuk Feodal yang masih terjadi di Surakarta dan bertujuan merampas tanah milik kasusunan agar dimiliki oleh pendukungnya. Puncaknya adalah penculikan patih KRMA Sosrodiningrat pada tanggal 17 Oktober 1945 dikabarkan bahwa beliau disiksa dan dibunuh namun pihak keluarga menyatakan bahwa beliau berhasil menyelamatkan diri dari luka infeksi yang parah dan meninggal tahun 1967 dan setelah penculikan terjadi rumah dan kantor kepatihan dibakar oleh pendukung Gerakan anti swapraja.Kekosongan jabatan patih kemudian didukung oleh Raden Adipati Yudonagoro malangnya patih yang baru itu juga diculik dan dibunuh pada maret 1946 diikuti pembunuhan pejabat lain termasuk KRMTH Wuryoningratan. Akibat dari perbuatan kerusuhan yang terjadi di kota praja, pemerintah RI membubarkan DIS(Daerah Istimewa Surakarta) dan menghapus kekuasaan Raja Kasunanan dan adipati mangkunegaran mulai tanggal 15 Juli 1946 presiden No. 16/SD/1946.Akibat kejadian diatas gerbang utama, pendopo rumah tinggal patih sudah rata dengan tanah. Gerbang utama sudah di tempati oleh Kejaksaan Negeri Surakarta, lalu bekas rumah tinggal patih didirikan bangunan Konservatory dan berubah menjadi SMKI kemudian saat ini bernama SMK 8, sedangkan rumah yang tersisa yaitu ndalem Darmonegaran yang masih keturunan dari Raden Roestopo Darmonagoro selain itu masih ada peninggalan Kepatihan antara lain masjid Al Fatih Kepatihan, Gedokan/tempat menaruh kuda dan kereta patih, serta2 (dua) buah gapuro lengkung masuk kepatihan. Demikian sejarah singkat kepatihan yang selanjutnya berubah nama menjadi pemerintah kelurahan kepatihan wetan.